|
Pengantar: Tulisan ini dan beberapa tulisan lainnya adalah hasil dari
workshop Matematika Keuangan ITB tahunan yang diadakan pada tanggal
28 – 30 Juni 2007. Dengan perkembangan dunia investasi, keterlibatan publik untuk memiliki
saham dari perusahaan yang go public
sangat diharapkan. Namun salah satu sifat dari harga saham adalah berfluktuasi
sehingga tidak diketahui apakah kita mendapat keuntungan saat membeli saham dan
menjualnya kembali. Perlu ada semacam asuransi atau jaminan dari portofolio
atau investasi yang dimiliki yang menjamin bahwa kita tidak akan mengalami
kerugian besar apabila pada suatu periode harga saham merosot tajam. Adakah
jaminan semacam itu? Peran Opsi Put Portofolio adalah instrumen keuangan yang menyebutkan satu atau beberapa
saham yang dimiliki oleh si pemegang portofolio. Untuk menjamin nilai suatu
saham atau portofolio yang dimiliki, si pemegang saham dapat membeli semacam
asuransi yang menjamin sahamnya akan dibeli dengan harga tertentu. Si pemegang
saham dapat membeli opsi Put, yaitu
suatu hak bukan kewajiban dari pembeli Put untuk menjual satu saham dengan
harga tertentu pada waktu tertentu. Misalnya, kita membeli satu saham suatu perusahaan seharga Rp 500 pada hari
ini dan membeli satu opsi Put yang
disediakan oleh perusahaan itu. Put
tersebut menyatakan apabila kita dapat menjual sahamnya tahun depan seharga Rp
450, yang disebut Exercise/Strike Price.
Apabila tahun depan harga saham menjadi Rp 300, kita dapat meng-eksekusi put
dengan menjual saham kita pada perusahaan tadi seharga Rp 450. Kita hanya
kehilangan Rp 50, bukan Rp 200. Apabila tahun depan harga saham Rp 600, kita
tidak perlu meng-eksekusi Put. Yang
kita dapat lakukan adalah menjual saham tersebut di pasar saham seharga Rp 600,
sehingga mendapat keuntungan Rp 100. Jadi dengan membeli Put, kita mendapat jaminan bahwa saham kita paling rendah berharga
Rp 450, tidak bisa lebih rendah dari nilai itu. Put tidak tersedia Jaminan agar dapat harga saham dicegah bernilai terlalu rendah pada saat
dijual dapat diperoleh dengan membeli opsi Put.
Apabila kita tengok data saham perusahaan-perusahaan terkenal di dunia dari Yahoo!finance, banyak yang menyediakan Put, seperti Apple Inc., IBM, McDonald’s
corp., International Paper co. dan lain-lain. Sayangnya, banyak perusahaan
hanya menjual saham dan belum menyediakan opsi untuk dijual, termasuk
perusahaan-perusahaan besar Indonesia yang sudah menjual saham di bursa market
New York atau London. Apakah
ini berarti kita tidak bisa mendapatkan jaminan atas saham
perusahaan-perusahaan itu? Ada cara lain untuk melindungi nilai saham yang diinvestasikan pada
perusahaan-perusahaan yang tidak menjual opsi. Strategi untuk melindungi nilai
saham ini pertama kali diciptakan oleh seorang akademisi Hayne Leland tahun
1976 setelah terjadinya suatu kerugian besar di pasar saham karena turunnya
harga saham. Strategi ini adalah untuk mereplikasi suatu opsi Put dengan suatu strategi dinamis di
mana banyaknya investasi di asset beresiko (pada portofolio) dan banyaknya investasi pada Bond atau Obligasi tak beresiko berubah sepanjang waktu untuk meniru return
dari opsi Put option. Bond atau obligasi adalah surat hutang
yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan yang berjanji untuk mengembalikan
uang tersebut pada suatu waktu yang akan datang dan ditambah interest / bunga. Strategi replikasi ini adalah bagian utama
dari asuransi portofolio ini. Pada gambar 1 diberikan grafik simulasi apabila strategi jaminan atas
investasi ini diterapkan pada saham Apple Inc. dari tanggal 3 Juli 2006 sampai
29 Juni 2007. Harga saham Apple Inc. cenderung naik dari semula US$ 57.95
menjadi US$ 122.04. Misalnya pada tanggal 3 Juli 2006 kita menerapkan strategi
dengan investasi awal US$ 1000 dan strike price US$ 60 per lembar. Pada gambar
terlihat investasi kita bergerak sesuai dengan pergerakan saham, yaitu menjadi
US$ 1851 pada tanggal 29 Juni 2007. Jadi nilai portofolio dengan jaminan ini mengikuti
kenaikan harga saham.
Gambar 1 Apabila keadaan sebaliknya terjadi, misalnya harga saham Apple Inc. semula US$ 122.04 cenderung turun menjadi US$ 57.95, apakah yang terjadi dengan nilai protofolio kita? Pada gambar 1 diberikan simulasi apabila hal ini terjadi dengan Strike Price US$ 90.
Gambar 2 Walaupun harga turun sampai dua
kali lipat, nilai investasi pada portofolio tidak mengikuti harga saham. Ini
terlihat pada ujung kanan Gambar 2 dimana nilai investasi apabila hanya membeli
saham adalah US$ 579.5 tetapi nilai portofolio dengan strategi jaminan adalah
US$ 735.64. Dengan strategi jaminan
ini, semua investasi dimasukkan sebagai tabungan bank pada keadaan harga saham
sangat jatuh. Dengan demikian strategi asuransi ini bermanfaat dalam melindungi
nilai investasi. Cara perhitungan strategi ini dapat dilihat pada tulisan ”Perhitungan Jaminan atas Investasi”. |
| Leave a Comment: |