Wednesday, August 10, 2005
Inspirasi anakmu dengan sains, 'pleaseee...'


Dalam ruangan yang cukup lebar namun penuh sesak dengan kerumunan orang-orang, dewasa maupun anak kecil, tiba-tiba saya yang sedang duduk sendirian di bangku panjang di pinggir ruangan, melemparkan pertanyaan kuis dari saya untuk diri saya sendiri. Melihat begitu ributnya suasana dan cahaya remang-remang, cuaca sore di luar ruangan agak gelap ditambah hujan yang mengguyur, pikiran saya membersitkan pertanyaan:" Saat ini, di tempat mana di London, yang banyak dipenuh-sesaki oleh orang-orang bule dewasa dan anak-anak?"

Mungkin pertanyaan ini cukup aneh. Pertama, lingkup tempatnya sudah jelas, yaitu tempat di London, di mana orang-orang Inggris, yang jelas bule, tinggal. Pikiranku pun mulai mencari-cari pembenaran dari pertanyaan yang saya buat sendiri itu. Kita sudah menyadari, bukan hal yang aneh di London, terutama Central London, untuk melihat banyak kerumuman orang-orang selain bule: India, Afrika, Yahudi, Arab, Cina, Malaysia, Indonesia, dll. China Town banyak disinggahi orang Cina, Edgware road dan daerah Gloucester Road banyak orang Arab bermukim, daerah Barnet adalah salah satu pemukiman orang Yahudi, Ealing Broadway tempat segala pernak-pernik orang India dijual, dan daerah Hackney adalah salah satu pemukiman orang-orang hitam dari Afrika. Kalau mau ditambah, daerah Hendon adalah tempat favourite bagi orang-orang Indonesia, terutama yang bekerja di KBRI, untuk tinggal (walaupun eksistensi mereka belum nampak nyata dibanding dengan komunitas lainnya). Demikian juga jumlah orang Malaysia yang tinggal di London tentunya sudah sangat banyak namun tempat tinggal komunitasnya kurang tampak nyata.

Alasan kedua mengapa saya melemparkan pertanyaan di atas ya karena saya sudah tahu jawabannya. Sah-sah saja kan membuat pertanyaan dari dan untuk diriku sendiri? Apalagi saat itu saya saat itu sedang melamun tidak ada yang bisa dilakukan kecuali termangu-mangu menunggu teman yang belum kunjung datang. Ya maklum saja sedang kurang kerjaan :-).

"Di Science Museum London" adalah jawaban dari pertanyaan kuis KK (Kurang Kerjaan) di atas. Pertanyaan yang dipicu oleh banyaknya kelompok-kelompok bule yang disekelilingku, seorang ibu dengan satu atau dua anak, dan tak jarang ditemani ayahnya. Perhatianku tersedot pada seorang anak yang setengah berlari keluar dari pintu dalam museum sambil berseru dalam medok Inggris," Mom, can I go to the store?", dan tanpa mempedulikan jawaban dari ibunya, dia sudah berlari masuk toko yang berada dalam museum. Toko itu menjual berbagai souvenir museum, buku-buku anak-anak dan orang dewasa, dan juga berbagai mainan scientific, yaitu memakai dan mengajarkan kaidah ilmu fisika namun dikemas secara menarik. Si Ibu terlihat agak terkejut . Sambil menuntun adik dari anak lelaki tadi, ia berteriak bahwa mereka sudah tidak punya waktu lagi. Sang ayah berjalan di sampingnya sambil mempersiapkan jaket-jaket anaknya yang dibawanya. Untung si anak tadi masih sempat mendengar teriakan ibunya, dia kembali ke tempat keluarganya berkumpul dan kemudian memakai jaketnya dibantu oleh ayahnya.  

Kenyataan di atas membuatku melihat bagaimana penduduk asli negeri ini dan negara eropa lainnya menyadari perlunya anak-anak kecil dibawa ke tempat-tempat yang mendidik selama liburan sekolah ini.

Sains, menarikkah?

Kalau saya ditanya mengapa saya tertarik pada sains, mungkin karena latar belakang keluargaku yang bergerak di bidang sains; bapakku seorang apoteker dan ibuku (alm) seorang guru matematika. Tapi tidak cukup seperti itu, kadang ibu memperingatkan saya tentang hukum fisika saat melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk saat memasak. Ibu akan marah bila saya membuka-buka tutup panci berisi sayur yang sedang dimasak, dan menerangkan bagaimana panas yang terkumpul selama memasak dengan panci tertutup akan hilang dan tekanan dalam panci juga akan berkurang. Akibatnya sayur dalam panci tidak akan cepat masak, dan ini berakibat juga minyak tanah dalam kompor akan cepat habis terbakar. Atau kegilaan kakak-kakak laki2 saya pada elektronika, sehingga mereka diberi kebebasan untuk bereksperimen merakit sound system sendiri. Tapi akhirnya hasil experimen adalah kotak speaker yang sudah dijebol bagian belakangnya dan kabel yang melilit ke mana-mana tidak karuan.

Banyak yang dapat dilakukan orangtua untuk mengenalkan dan mencintai sains sejak dini. Bagi yang berlatar belakang sains, mungkin mudah bagi mereka untuk menerangkan hal2 sederhana yang terjadi sehari-hari. Tapi bagi yang sebagian orangtua yang merasa tidak tertarik pada sains, mereka dapat membawa anak-anaknya pada pameran2 atau museum yang sangat banyak tersedia di negara2 maju.

Saya pernah menjadi volunter dari acara pengenalan sains bagi anak-anak yang diselenggarakan oleh University of Cambridge, yaitu  "Crash, Bang, Squelch!" (dari judulnya menggambarkan suara2 yang timbul dari anak2 beraktivitas sampai berlepotan baju dan wajahnya tanpa rasa khawatir dari orangtua). 

                  Image hosted by Photobucket.com         

Dengan berbekal bahasa Inggris yang masih pas-pasan, saya menerangkan bagian "See the picture of sound" menggunakan osiloskop. Anak-anak gembira suaranya menghasilkan gelombang pada layar osiloskop, atau melihat xilephone yang dipukul pada nada dasar tertentu dan kemudian di layar osiloskop akan tampak gambar gelombangnya. Ada juga terompet yang harus ditiup dengan cara tertentu dan karena susahnya akhirnya terompet itu penuh dengan air ludah anak-anak yang justru meludah bukan meniup.

Peristiwa menarik yang saya temui, ada orangtua yang membawa anaknya yang baru berumur kurang dari setahun. Saya dengan cueknya menyuruh anak itu ngomong di depan microphone supaya ada gelombang. Ternyata anak itu belum bisa ngomong jadi ditunggu sampai besokpun nggak ada gelombang yang tergambar. Dari situ saya melihat semangat orangtua untuk mendekatkan anak pada dunia sains walaupun anaknya masih belum mengerti. Tapi saya yakin akan melihat banyak anak-anak yang terkagum-kagum pada sesuatu yang belum mereka mengerti dan perasaan kagum itu bisa membuat mereka terinspirasi walaupun masih berupa imajinasi anak-anak.

Jadi saya sarankan pada teman-teman yang tinggal di negara-negara maju yang memiliki Science Museum, jangan sia-siakan kesempatan untuk menginspirasi anak-anak kalian dengan sains, dan caranya sangat mudah yaitu mendatangi tempat-tempat tersebut. Tidak hanya anak-anak, tidak ketinggalan orangtua pun akan tertarik melihat keindahan ilmu pengetahuan. Biarkan pengalaman di sains museum itu menari-nari dalam imajinasi anak-anak anda sehingga mereka bisa memanfaatkan imajinasi masa kecil untuk menentukan langkah hidupnya kelak.


Posted at 05:00 pm by AnnaSS

yourshop.cc
December 4, 2008   07:47 AM PST
 
http://www.watchesforsale.us
intan
August 10, 2005   05:38 PM PDT
 
setujuuu !! aku suka banget pas ke british museum sandra dikit2 nanya what is this dan what is that :)
2 minggu yg lalu kita ke snibston di coalville leicestershire, another science museum, agak2 ambitious juga nih mommynya menanamkan science ke sandra.. I hope she'll like it ;)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry



AnnaSS


An ordinary Indonesian girl who lives her life for study.
   

<< August 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed