Sunday, November 16, 2008
Jaminan atas investasi

Pengantar: Tulisan ini dan beberapa tulisan lainnya adalah hasil dari workshop Matematika Keuangan ITB tahunan yang diadakan pada tanggal 28 – 30 Juni 2007.

 

Dengan perkembangan dunia investasi, keterlibatan publik untuk memiliki saham dari perusahaan yang go public sangat diharapkan. Namun salah satu sifat dari harga saham adalah berfluktuasi sehingga tidak diketahui apakah kita mendapat keuntungan saat membeli saham dan menjualnya kembali. Perlu ada semacam asuransi atau jaminan dari portofolio atau investasi yang dimiliki yang menjamin bahwa kita tidak akan mengalami kerugian besar apabila pada suatu periode harga saham merosot tajam. Adakah jaminan semacam itu?

 

Peran Opsi Put

 

Portofolio adalah instrumen keuangan yang menyebutkan satu atau beberapa saham yang dimiliki oleh si pemegang portofolio. Untuk menjamin nilai suatu saham atau portofolio yang dimiliki, si pemegang saham dapat membeli semacam asuransi yang menjamin sahamnya akan dibeli dengan harga tertentu. Si pemegang saham dapat membeli opsi Put, yaitu suatu hak bukan kewajiban dari pembeli Put untuk menjual satu saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu.

 

Misalnya, kita membeli satu saham suatu perusahaan seharga Rp 500 pada hari ini dan membeli satu opsi Put yang disediakan oleh perusahaan itu. Put tersebut menyatakan apabila kita dapat menjual sahamnya tahun depan seharga Rp 450, yang disebut Exercise/Strike Price. Apabila tahun depan harga saham menjadi Rp 300, kita dapat meng-eksekusi put dengan menjual saham kita pada perusahaan tadi seharga Rp 450. Kita hanya kehilangan Rp 50, bukan Rp 200. Apabila tahun depan harga saham Rp 600, kita tidak perlu meng-eksekusi Put. Yang kita dapat lakukan adalah menjual saham tersebut di pasar saham seharga Rp 600, sehingga mendapat keuntungan Rp 100. Jadi dengan membeli Put, kita mendapat jaminan bahwa saham kita paling rendah berharga Rp 450, tidak bisa lebih rendah dari nilai itu.

 

Put tidak tersedia

 

Jaminan agar dapat harga saham dicegah bernilai terlalu rendah pada saat dijual dapat diperoleh dengan membeli opsi Put. Apabila kita tengok data saham perusahaan-perusahaan terkenal di dunia dari Yahoo!finance, banyak yang menyediakan Put, seperti Apple Inc., IBM, McDonald’s corp., International Paper co. dan lain-lain. Sayangnya, banyak perusahaan hanya menjual saham dan belum menyediakan opsi untuk dijual, termasuk perusahaan-perusahaan besar Indonesia yang sudah menjual saham di bursa market New York atau London. Apakah ini berarti kita tidak bisa mendapatkan jaminan atas saham perusahaan-perusahaan itu?

 

Ada cara lain untuk melindungi nilai saham yang diinvestasikan pada perusahaan-perusahaan yang tidak menjual opsi. Strategi untuk melindungi nilai saham ini pertama kali diciptakan oleh seorang akademisi Hayne Leland tahun 1976 setelah terjadinya suatu kerugian besar di pasar saham karena turunnya harga saham. Strategi ini adalah untuk mereplikasi suatu opsi Put dengan suatu strategi dinamis di mana banyaknya investasi

di asset beresiko (pada portofolio) dan banyaknya investasi pada Bond atau Obligasi tak beresiko berubah sepanjang waktu untuk meniru return dari opsi Put option. Bond atau obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan yang berjanji untuk mengembalikan uang tersebut pada suatu waktu yang akan datang dan ditambah interest / bunga. Strategi replikasi ini adalah bagian utama dari asuransi portofolio ini.

 

Pada gambar 1 diberikan grafik simulasi apabila strategi jaminan atas investasi ini diterapkan pada saham Apple Inc. dari tanggal 3 Juli 2006 sampai 29 Juni 2007. Harga saham Apple Inc. cenderung naik dari semula US$ 57.95 menjadi US$ 122.04. Misalnya pada tanggal 3 Juli 2006 kita menerapkan strategi dengan investasi awal US$ 1000 dan strike price US$ 60 per lembar. Pada gambar terlihat investasi kita bergerak sesuai dengan pergerakan saham, yaitu menjadi US$ 1851 pada tanggal 29 Juni 2007. Jadi nilai portofolio dengan jaminan ini mengikuti kenaikan harga saham.

Gambar 1

 

Apabila keadaan sebaliknya terjadi, misalnya harga saham Apple Inc. semula US$ 122.04 cenderung turun menjadi US$ 57.95, apakah yang terjadi dengan nilai protofolio kita? Pada gambar 1 diberikan simulasi apabila hal ini terjadi dengan Strike Price US$ 90.

Gambar 2

Walaupun harga turun sampai dua kali lipat, nilai investasi pada portofolio tidak mengikuti harga saham. Ini terlihat pada ujung kanan Gambar 2 dimana nilai investasi apabila hanya membeli saham adalah US$ 579.5 tetapi nilai portofolio dengan strategi jaminan adalah US$ 735.64. Dengan strategi jaminan ini, semua investasi dimasukkan sebagai tabungan bank pada keadaan harga saham sangat jatuh. Dengan demikian strategi asuransi ini bermanfaat dalam melindungi nilai investasi. Cara perhitungan strategi ini dapat dilihat pada tulisan ”Perhitungan Jaminan atas Investasi”.


Posted at 02:12 pm by AnnaSS

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry



AnnaSS


An ordinary Indonesian girl who lives her life for study.
   

<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed