Dalam berinvestasi, usaha untuk
mendapat jaminan agar dapat harga saham dicegah bernilai terlalu rendah pada
saat dijual dapat diperoleh dengan membeli opsi Put. Bagaimana halnya bila opsi Put
tidak disediakan oleh perusahaan yang menjual saham? Ada cara lain, yaitu strategi mereplikasi atau
meniru sifat dari opsi Put. Pada
tulisan ini dibahas mengenai perhitungan untuk mewujudkan strategi ini.
Strategi untuk mereplikasi sifat
opsi Put didapat dengan menganalisis
rumus Matematika untuk menentukan harga Put. Salah satu cara untuk menentukan
harga Put adalah melalui rumus
Black-Scholes, yang dipublikasikan di The
Journal of Political Economy tahun 1973 dan mendapat penghargaan Nobel
bidang ekonomi tahun 1997. Sayangnya
Black tidak dapat menerima langsung penghargaan ini karena sudah meninggal dua
tahun sebelumnya.
Rumus Black-Scholes menyatakan bahwa harga suatu Call adalah perhitungan yang melibatkan harga saham sekarang dikali
dengan faktor acak dikurangi dengan nilai Strike
Price yang dikali dengan suatu fungsi eksponensial berpangkat negatif dan
faktor acak. Setelah dapat ditentukan nilai Call,
kita menggunakan teori Put-Call Parity
yang menentukan hubungan antara nilai Call
dan Put. Dengan demikian harga Put ditentukan secara tidak langsung
oleh rumus Black-Scholes.
Total investasi harus terbagi dalam pembelian saham dan tabungan bank, atau
dinyatakan dalam hubungan sebagai berikut:
Investasi = ω saham + (1-ω) tabungan bank
Nilai dari ω(omega) diubah-ubah mengikuti perkembangan harga saham, misalnya diubah
pada tiap awal pekan. Perhatikan contoh berikut.
Misal uang sebesar US$ 1000 diinvestasikan untuk membeli saham Apple Inc.
yang sekarang pada hari Senin berharga US$ 57.95 per
lembar. Apabila kita memakai uang investasi seluruhnya untuk membeli saham maka
jumlah saham yang dibeli akan 1000/57.95 = 17.26 lembar.
Kita akan mencoba mereplikasi opsi Put
berperiode satu tahun dengan Strike Price US$ 60 per lembar. Artinya, setelah
satu tahun harga saham per lembar tidak boleh lebih rendah dari US$ 60. Menurut
perhitungan, sebaiknya sebanyak ω = 55.09% dari investasi
(atau US$ 550.9) dibelikan saham dan (1- ω) = 44.91% investasi
(atau US$ 449.1) di masukkan dalam tabungan. Jadi saham yang dibeli sebanyak
550.9/57.95 = 9.51 lembar.
Pada hari Jumat, atau akhir minggu ke-0, kita menghitung harga portofolio
yang dipunyai. Misalnya harga saham pada penutupan adalah US$ 70. Karena saham
yang dimiliki sejumlah 9.5, maka investasi pada saham akan menjadi 9.5 dikali US$
70 sama dengan US$ 665. Uang yang tersimpan dalam bank akan berkembang sesuai
dengan bunga bank pada saat sekarang, misalnya 8% pertahun atau 0.15% per bulan.
Uang yang tersimpan menjadi US$ 449.1 dikali 1.0015 sama dengan US$ 449.79.
Harga total portofolio yang kita miliki adalah US$ (665+ 449.79) = US$ 1114.79,
atau naik US$ 114.79 dari investasi awal.
Pada hari Senin, atau awal minggu depannya yang disebut minggu ke-satu,
perlu dilakukan rebalancing dari
investasi yang dimiliki. Dengan menghitung nilai ω yang baru dengan harga saham awal US$ 70 dan Strike Price tetap US$ 60,
proporsi baru untuk saham adalah ω = 74.61%, sehingga saham yang dibeli 74.61% dikali US$
1114.79 sama dengan US$ 831.70 atau 11.88 lembar saham. Uang yang ditabung
dalam bank menjadi 25.39% atau US$ 238.09.
Misalkan pada akhir minggu ke-1 harga saham turun menjadi US$ 50. Apakah
yang terjadi dengan harga portofolio kita? Karena kita punya 11.88 lembar
saham, uang pada saham akan sebesar11.88
dikali US$ 50 = US$ 549 . Sedangkan uang yang ditabung menjadi US$ 238.09 dikali
1.0015 = US$ 238.45. Total harga portofolionya adalah US$ (549+238.45) = US$ 832.45 atau turun US$ (114.79-167.55)=
US$ -52.76 dari investasi awal.
Apabila
semula kita hanya membeli 17.26 lembar saham saja maka investasi yang kita
punya menjadi 17.26 dikali US$ 50 = US$ 863 atau rugi sebesar
US$ 137 dari investasi awal. Kerugian ini hampir tiga kali lipat dari kerugian
apabila melakukan asuransi pada portofolio.
Pada gambar 1 diberikan rangkuman
dari perhitungan di atas.
Minggu
Saham awal mnggu ($)
Omega
Ω (%)
Saham
($)
Obli-
gasi ($)
Porto- folio ($)
Saham akhir mnggu ($)
Saham
($)
Obli-
gasi ($)
Porto- folio ($)
0
57.97
55.09
550.9
449.1
1000
70
665
485.79
1114.79
1
70
74.61
831.70
238.09
1114.79
50
594
238.45
832.45
2
50
38.08
317
515.45
832.45
?
?
?
?
Awal minggu ke-2 dilakukan rebalancing dengan menghitung nilai ω yang baru sesuai dengan harga saham pada akhir minggu. Pada tabel terlihat
nilai ω = 38.08% , berarti turun dari prosentase
sebelumnya.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa apabila harga saham cenderung turun maka
tindakan yang bijaksana adalah mengurangi jumlah saham yang dibeli dan
menaikkan investasi dalam tabungan bank. Dengan jalan ini, investasi tidak
jatuh sekali mengikuti harga saham yang terpuruk. Perhitungan di atas
menggunakan program komputer Excel.